RSS

LEOPARD 2, a Masterpiece in MBT History

Dalam Perang Dunia 1, peran tank hanyalah sebagai alat pendukung dari serangan infantry dalam menyerang parit parit pertahanan dan bunker bunker musuh. Ide untuk menggunakan tank sebagai elemen utama dalam perang skala besar baru di eksplorasi oleh Jerman pada saat Perang Dunia 2 dengan taktik Blitzkrieg nya yang terbukti dapat menjadi elemen penggempur utama dalam invansi invansi Jerman di benua Eropa. Namun, akibat kekalahan yang diderita Jerman saat PD2, menyebabkan teknologi militer negara tersebut sempat di cekal dan dikurangi pengaruhnya di dunia Internasional. Namun Industri persenjataan Strategis Jerman mulai berkembang kembali di tahun 50an dan pada tahun 1965 tank tempur moderen pertama buatan Jerman memasuki masa tugas di dalam kemiliteran Jerman.Tank tempur yang Bernama Leopard ini yang menjadi cikal bakal pengembangan Leopard 2 di tahun 70an. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Juni 2012 in Army

 

Tag: , , , , , , , ,

Profil Singkat Chang Bogo : Andalan Baru Satuan Hiu Kencana TNI-AL

Setelah sekian lama duet KRI Cakra dan KRI Nanggala menjaga lautan nusantara, kini akan hadir – dalam waktu yang relatif dekat – 3 unit kapal selam baru untuk memperkuat armada kapal selam TNI-AL. Mereka adalah kapal selam kelas Chang Bogo buatan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME), Korea Selatan. 2 unit diantaranya dibuat oleh DSME dan 1 unit sisanya dibuat di dalam negeri oleh PT. PAL dengan supervisi dari DSME.

File:Korean submarine Choi Moosun.JPEG

ROKS Choi Moosun, salah satu kapal selam kelas Chang Bogo millik Korea Selatan yang akan bersandar di pelabuhan Sembawang, Singapura guna mengikuti latihan PACIFIC REACH 2000. Ia terlihat melewati kapal selam nuklir AS; USS Helena (SSN 725 Los Angeles Class)

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Januari 2012 in ALUTSISTA, Navy, Selayang Pandang

 

Tag: ,

Benarkah Indonesia Tidak Butuh Main Battle Tank (MBT)?

Oleh: Khairil Azmi, B.Eng., M.IScT., Direktur Eksekutif TANDEF

Sebagaimana diberitakan di berbagai media massa nasional, baru-baru ini Komisi I DPR menolak rencana Pemerintah untuk membeli 100 unit MBT ( Main Battle Tank) jenis Leopard 2A6 bekas pakai Belanda. Ada dua alasan yang paling mengemuka di balik penolakan itu, yakni kondisi geografis dan perencanaan pengadaan.

Benarkah Indonesia tidak butuh MBT?

Mereka yang Menolak

Sejenak penulis teringat kisruh pengadaan pesawat latih serang ringan EMB-314 Super Tucano medio 2010 lalu. Pengadaan pesawat ini walaupun akhirnya kemudian dapat digolkan, namun pada awalnya sempat mendapat penentangan keras dari DPR. Ada yang memprotes sambil membandingkannya dengan jet fighter. Ada juga yang menolak dengan alasan perbedaan spesifikasi dengan OV-10 Bronco yang akan digantikannya. Setelah melalui proses yang cukup alot dan penjelasan yang lebih komprehensif dari pihak user sendiri, yakni TNI AU, akhirnya DPR dapat memahami tujuan pengadaan itu dan mengamininya.

Kini, kejadian serupa terulang kembali. Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP) Tubagus Hasanuddin di Jakarta, Kamis (12/1), sebagaimana dikutip Kompas (Sabtu, 14/1 bertajuk “Pembelian Tank Leopard Ditolak oleh DPR”) menjelaskan, mayoritas fraksi di Komisi I DPR menolak rencana pembelian tank Leopard itu. Tank Leopard dianggap tidak cocok dengan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Menurut beliau, tank Leopard cocok untuk negara kontinental dengan daratan yang luas, seperti wilayah gurun pasir. Tank itu memiliki kemampuan tembak hingga 6 kilometer. Yang cocok untuk wilayah Indonesia adalah jenis tank dengan kemampuan menembak lurus dengan jarak 1-2 kilometer. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2012 in Army, Uncategorized

 

Tag: ,

Profil Kapal Selam U206, Hampir Menjadi Inventaris TNI-AL

Selama 52 tahun pengabdiannya, Korps Hiu Kencana TNI-AL pada dekade 90-an hampir mengulang reputasi sebagai operator kapal selam dengan jumlah terbesar di asia tenggara. Hal itu diwujudkan melalui rencana pembelian 6 unit kapal selam bekas Tipe 206 (U206) milik angkatan laut Jerman*. Puncak keemasannya terjadi pada era Orde Lama di masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Korps Hiu Kencana memiliki 12 unit kapal selam diesel-elektrik kelas Whiskey buatan Uni Soviet sebelum akhirnya digantikan oleh 2 unit kapal selam Tipe 209/1300 (Cakra 401 dan Nanggala 402) buatan Jerman di era Orde Baru. Berikut profil sekilas dari kapal selam tersebut yang dikutip dan disunting oleh penulis dari situs Wikipedia dan sumber lainnya.

Gambar 3 sudut kapal selam Tipe 206 (U206) buatan Jerman Barat. Kredit foto : Martworkshop.com

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 Januari 2012 in Navy, Selayang Pandang

 

Tag: ,

FAQ: ABOUT MBT

FAQ MBT PART 1,
MBT VS DOKTRIN DAN TOPOGRAFI

Q: MBT kan BERAT tuh, APA KAGAK AMBLES NTAR?
A: Ambles atau tidaknya MBT tidak ditentukan dari beratnya, tetapi oleh ground preasure yang dimilikinya. Sebuah MBT modern memiliki groundpreassure antara 9-15 psi, dimana M1 abrams series sekitar 15 psi, T-72 series 9-10 psi, Leopard sekitar 14-15 psi. Sedangkan untuk manusia 8 psi, berjalan 16 psi, mobil off road 25-30 psi, mobil MPV/SUV 20-35 psi, ATV 35 psi, dan kuda berlari hinga 500 psi.
Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 14 Januari 2012 in ALUTSISTA, Army

 

Tag: ,

Mau Beli Alutsista Modern Kok Dicurigai Korupsi?

Seperti yang telah diberitakan di media masa,  TNI AD tengah berencana melakukan pengadaan Main Battle Tank (MBT), dalam hal ini Kementrian Pertahanan menyebutkan bahwa MBT yang didatangkan adalah jenis Leopard 2 yang dibeli dari Belanda. Alasan utama menjajaki pembelian MBT dari Belanda adalah adanya pemotongan anggaran pertahanan besar-besaran oleh pemerintah Belanda, sehingga beberapa alutsista yang rata-rata memiliki teknologi terkini terpaksa dikandangkan untuk dijual. Hal inilah yang nampaknya Kementerian Pertahanan incar, teknologi terbaru dengan harga yang miring, siapa yang tidak senang ?

Leopard 2, Bundeswehr.

Leopard 2, Bundeswehr. sumber gambar Google

Namun dalam kelanjutannya sebagaimana dengan pengadaan alutsista TNI selalu saja mengundang pro dan kontra, sepertinya di Indonesia memperkuat angkatan bersenjata bukan menjadi hal yang mudah, terlebih lagi jika isu tersebut bisa dijadikan argumen politik untuk mengkritik pemerintah dari partai yang bekuasa (terus terang saya heran sejak kapan Republik Indonesia menganut sistem partai oposisi dan posisi ?). Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2012 in Army

 

Tag: ,

Hibah F-16 AS : Antara “Rongsok” dan Supremasi Udara TNI-AU

Beberapa waktu yang lalu ramai dibicarakan mengenai hibah berikut up-grade (peningkatan kemampuan) sebanyak 24 unit F-16 bekas pakai Garda Nasional Udara AS (US-ANG) dan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) oleh TNI-AU senilai kurang lebih $ 570.000.000 (sekitar Rp 6.7 trilyun) untuk menambah jumlah armadanya sekaligus menambal ruang udara nusantara yang sampai saat ini belum terjaga oleh TNI-AU secara optimal.

File:US Air National Guard F-16s over Kunsan, ROK.jpg

Formasi 3 pesawat F-16 milik National Guard terbang diatas Gunsan, Korea Selatan. 3 pesawat tersebut berasal dari markas Garda Nasional Udara AS di New Mexico, Colorado dan Montana.

Beberapa pertanyaan dan pernyataan yang sering terlontar ialah “bukankah TNI-AU sudah memiliki skadron Sukhoi?”, “buat apa beli barang rongsokan seperti itu? lebih baik dana tersebut dipakai saja untuk membangun sekolah”, “kenapa musti ambil barang bekas?”, “lebih baik beli pesawat baru dari pada beli rongsokan”, dan sebagainya. Tapi, benarkah pesawat tersebut adalah “barang rongsokan” seperti yang beberapa orang sampaikan ?

Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2012 in Air Force, ALUTSISTA, Selayang Pandang

 

Tag: