RSS

Mau Beli Alutsista Modern Kok Dicurigai Korupsi?

13 Jan

Seperti yang telah diberitakan di media masa,  TNI AD tengah berencana melakukan pengadaan Main Battle Tank (MBT), dalam hal ini Kementrian Pertahanan menyebutkan bahwa MBT yang didatangkan adalah jenis Leopard 2 yang dibeli dari Belanda. Alasan utama menjajaki pembelian MBT dari Belanda adalah adanya pemotongan anggaran pertahanan besar-besaran oleh pemerintah Belanda, sehingga beberapa alutsista yang rata-rata memiliki teknologi terkini terpaksa dikandangkan untuk dijual. Hal inilah yang nampaknya Kementerian Pertahanan incar, teknologi terbaru dengan harga yang miring, siapa yang tidak senang ?

Leopard 2, Bundeswehr.

Leopard 2, Bundeswehr. sumber gambar Google

Namun dalam kelanjutannya sebagaimana dengan pengadaan alutsista TNI selalu saja mengundang pro dan kontra, sepertinya di Indonesia memperkuat angkatan bersenjata bukan menjadi hal yang mudah, terlebih lagi jika isu tersebut bisa dijadikan argumen politik untuk mengkritik pemerintah dari partai yang bekuasa (terus terang saya heran sejak kapan Republik Indonesia menganut sistem partai oposisi dan posisi ?).

Dalam hal tersebut, sebaiknya saya ingin bahas sedikit, benda apa sih “Main Battle Tank” tersebut? Apa bedanya dengan “Heavy Tank”? Kok saya sering mendengar argumen bahwa MBT tidak cocok di Indonesia karena dimensinya terlalu besar ? Apakah benar begitu ?

Mungkin kita sering mendengar orang yang mengaku sebagai “pengamat militer” di media yang menyebutkan bahwa “MBT Leopard yang merupakan “Heavy Tank” tidak cocok di Indonesia, kita cocoknya pakai “Medium Tank””, weleh-weleh mengklasifikasikan Tank kok seperti mengklasifikasi petinju, ada light, medium dan heavy, jangan-jangan ada Tank kelas bulu Hehehe… Benarkah demikian ?

Pada era PD II memang Tank dibagi berdasarkan beratnya, Seperti Tank Tiger II dikategorikan sebagai Heavy Tank, tank tersebut memiliki kemampuan superior dalam hal proteksi, dan daya gempur, sementara tank-tank yang bobotnya lebih ringan (sekitar 20-30 Ton) Seperti T-34 atau Sherman dikategorikan sebagai Medium Tank, walau kemampuan proteksi dan daya gempurnya tidak  bisa menyamai Heavy Tank, namun Medium Tank memiliki kelincahan yang lebih tinggi ketika bergerak di medan terbuka. Pada perkembangan selanjutnya, tentu teknologi pada Tank turut berubah, sehingga Tank yang badannya bongsor, tetap bisa bergerak lebih lincah, bisa menembak lebih jauh, dan tetap memiliki proteksi yang tinggi, sehingga Tank tidak dikategorikan berdasarkan beratnya lagi, melainkan berdasarkan fungsi atau peran yang dijalankan, nah sejak itulah klasifikasi tank dirubah, tank mulai dikategorikan sebagai “Main Battle Tank” dan “Light Tank”.

Jadi apa itu Main Battle Tank? Menurut pengertian umum dalam istilah militer, Main Battle Tank (MBT) adalah tank yang memiliki kemampuan yang superior dari segi mobilitas, proteksi dan daya gempur, sehingga bisa menjalankan tugas utama pada pertempuran dengan kendaraan lapis baja (Armored warfare).  Oleh sebab itu MBT dianggap sebagai komponen utama dalam angkatan bersenjata modern.

Hal tersebut berbeda dengan Tank yang dikategorikan sebagai “Light Tank”, setelah berakhirnya PD II tank jenis ini hanya digunakan untuk menjalankan satu peran spesifik saja, dan tidak bisa menjalankan peran Armored Warfare sacara umum. Sebagai contoh Alvis FV101 Scorpion, fungsi tank tersebut adalah kendaraan intai dan untuk memberikan batuan tembakan, sehingga  oleh Negara pembuatnya diklasifikasikan sebagai Combat Vehicle Reconnaissance Tracked, atau dalam bahasa Indonesianya disebut sebagai kendaraan tempur intai beroda rantai, dengan demikian walaupun Tank Scorpion memiliki mobilitas yang tinggi, namun jangan berharap pada kemampuan perlindungan, karena lapisan pelindungnya minim, dan senjatanya hanya sebatas meriam kaliber 90 mm, apabila berhadapan dengan MBT sekelas PT-91 milik Malaysia atau Leopard 2A4 milik Singapura, tentu FV101 Scorpion memiliki peluang menang yang lebih kecil, karena tidak memiliki kemampuan  bertahan, maupun menyerang setara MBT (Leopard 2 dan PT-91 memiliki daya perlindungan yang lebih tinggi, karena zirah pada Leoprad 2 merupakan metal material komposit generasi ke 3 yang bisa menahan gempuran tembakan dari tank lain), sementara MBT mampu menandingi kemampuan mobilitas FV101 Scorpion (baik Leopard 2 dan PT-91 memiliki kecepatan maksimum hingga 60 kpj hanya terpaut sedikit oleh Scorpion yang memiliki kecepatan maksimum 70 kpj).

Dengan melihat fakta tersebut, sesungguhnya sudah jelas, dengan diakuisisinya MBT berarti hal tersebut memberikan peningkatan kemampuan bertempur bagi TNI AD, terutama dalam peran armored warfare, sehingga TNI AD mampu memukul, bertahan dan bergerak dengan cepat di medan tempur.

sebuah MBT beraksi pada suatu latihan perang

Karena memiliki daya mobilitas yang luar biasa dan dilengkapi sistem stabilisasi meriam modern, jangan heran jika MBT Modern bisa melompat sambil menembak. Kredit foto : http://destianariwibowo.blogspot.com/2011_07_01_archive.html

Mau Beli Alutsista Modern Kok dicurigai Korupsi?

Ketika Pak Purnomo menyatakan bahwa TNI akan mengakuisisi MBT, saya yakin akan selalu ada yang kontra terhadap hal tersebut, dan hal ini nampaknya benar, DPR komisi satu contohnya Pak TB Hasanudin yang menyebutkan kondisi berbukit dan bergunung di Indonesia menyebabkan tank berat tidak cocok beroperasi di Indonesia, yang saya sedikit heran dari komentar beliau, memangnya seperti apa sih kondisi gunung dan bukit Indonesia yang menyebabkan MBT tidak bisa lewat? Nyatanya Negara-negara yang geografisnya berbukit-bukit dan bergunung di Eropa memiliki MBT, dan lebih jauh lagi Negara-negara tropis di Asia Tenggara yang kodisinya menyerupai Indonesia seperti Thailand, Vietnam, Myanmar, Kamboja memiliki Main Battle Tank pada komponen angkatan bersenjatanya, dengan demikian justru Indonesia cukup tertinggal di bandingkan dengan rekan-rekan Asia Tenggranya dalam hal Armored Warfare.

Contoh paling lucu karena adanya kecurigaan tindak korupsi dalam pengadaan Leopard 2, sebagai mana disampaikan oleh Bapak Neta S Pane (dari Indonesian Police Watch atau IPW), hal tersebut diberitakan melalui situs berita Okezone. Menurut Beliau, MBT Leopard adalah tank ketinggalan jaman dengan teknologi tahun 1980. Yah kalau mau berbicara jujur Leopard 2 memang pertama kali diproduksi tahun 1970-80an, namun yang namanya teknologi militer terus berkembang, begitu juga pada Tank, terlebih lagi yang akan kita akuisisi adalah Leopard 2 milik Angkatan Darat Belanda, yang merupakan varian A6 yang merupakan salah satu varian Leopard 2 paling mutakhir, sehingga kalau di bilang jadul ya nggak benar sama sekali. Anggapan lainnya oleh pak Pane, bahwa pada dasarnya kondisi geografis di Indonesia tidak memungkinkan mengoperasikan MBT seberat 60 Ton, nampaknya Pak Pane tidak mengetahui Negara-negara tetangga Indonesia adalah pengguna MBT, dan selama perang Vietnam, baik pasukan Vietnam Utara dan pasukan Vietnam Selatan beserta Amerika Serikat, menggunakan MBT sebagai elemen pemukul mereka, dan berbicara soal berat, kalau Pak Pane lihat ke daerah tambang di Kalimantan, Pak Pane bisa melihat bahwa kendaraan seberat 300 ton seperti Traktor pengeruk Komatsu PC 4000 di operasikan di daerah tambang batu bara, dan sepengetahuan saya Kalimantan adalah wilayah NKRI, jadi kalau kendaraan seberat 300 ton bisa masuk ke hutan di wilayah NKRI dan beroperasi disana, mengapa MBT seberat 60 ton tidak bisa? Terlebih lagi apabila di dukung pasukan zeni. Pak Pane juga menyebutkan “Tragisnya” Tank tersebut akan di tepatkan di kota-kota besar, sehingga dikhawatirkan akan digunakan untuk menghalau demonstran. Menyikapi hal ini saya cuma bisa berpesan, mohon segala sesuatu jangan dilihat dari teori konspirasi, terlebih lagi mencurigai tanpa disertai dasar argumen yang kuat, karena hal tersebut justru membuat segala sesuatu tampak seram, padahal itu bukan kenyataannya.

Kalau kita berpikir logis, suatu alutsista baru (terutama yang belum pernah kita miliki sebelumnya) tentu akan ditempatkan di wilayah yang dekat atau tersedia fasilitas pelatihan (untuk mempermudah pendidikan), fasilitas pemeliharaan (untuk mempermudah perwatan), fasilitas transportasi (terdapat pelabuhan besar untuk bersandar kapal sehingga bisa di mobilisasi ke seluruh wilayah NKRI apabila diperlukan), atau fasilitas produksi alutsista (biasanya terkait kemudahan mendapatkan logistik amunisi, atau keperluan perakitan alutsista), dan sejauh ini tentu fasilitas-fasilitas tersebut umumnya berada dekat dengan kota besar, oleh sebab itu MBT tersebut nantinya akan ditempatkan di dekat kota-kota besar (lha fasilitas pendukungnya banyak di situ), namun bukan berarti tidak biasa di mobilisasi ke seluruh wilayah Indonesia, toh TNI AD sendiri sebenaranya memiliki sejumlah kapal angkut untuk memobilisasi kendaraannya tempurnya, dan selain itu TNI AL juga memiliki Kapal Landing Platform Dock dan Landing Ship Tank untuk membawa kendaraan tempur melintasi laut.

Sebagai penutup, yang ingin saya sampaikan adalah pembelian MBT Leopard 2 dari belanda ini sesungguhnya adalah upaya yang dilakukan Kementerian Pertahanan dan TNI dalam memodernisasi alutsistanya, bukan asal-asalan membeli alutsista demi proyek, apalagi korupsi. Memaksa TNI AD tetap menggunakan Tank ringan atau Tank Medium sebagai pemukul, sama saja memaksa TNI AD untuk tetap berpatokan pada doktrin Armored Warfare ala PD II, yang jelas-jelas sudah tidak dipakai lagi, terlebih lagi apabila membatasi TNI AD cukup memiliki senjata anti-tank saja, itu sama saja dengan membatasi kemampuan bertempur TNI AD pada pertahanan titik, yang jelas-jelas sudah kadaluarsa sejak taktik blitzkrieg ditemukan (lihat juga sejarah Maginot Line). Dengan demikian sebagai Warga Negara Indonesia yang ingin melihat negaranya memiliki kemampuan militer modern yang dapat menjaga kedaulatan negaranya, dan mendukung kemampuan diplomatiknya, saya sangat berharap agar pembelian MBT untuk TNI AD dapat diwujudkan.

Sumber:

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2012 in Army

 

Tag: ,

One response to “Mau Beli Alutsista Modern Kok Dicurigai Korupsi?

  1. Ravager

    15 Januari 2012 at 11:41 pm

    bravo ….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: